Selasa, 27 November 2012

Kerajaan Awan Hitam dan Pasukan Itik – itik




Mood ku hampir seutuhnya nice hari ini. Sampai akhirnya tiba dimana aku harus bertemu dengan pasukan itik itik yang dikirim oleh kerajaan hitam yang dipimpin langsung oleh ratu Bondilius dengan antek – anteknya yang jelek. Cungkriniti dan Cingkriniti.

Oya, kerajaan awan hitam itu punya Bondilius dengan pasukan Itik – Itik yang kecil tapi menyakitkan.
Okay. Balik lagi kecerita awal dimana aku harus menghadapi pasukan itik – itik bwesama bagong.
Dalam awal perjalanan kami lalui dengan senang hati. Tapi, dipertengahan perjalanan kami sudah dikepung oleh kerajaan awan hitam yang ternyata senantiasa mengikuti kami dari Cups Kingdom. Kami tuh gak ngerti mau mereka apa.

kami berjuang bersama melewati pasukan itik itik yang semakin banyak dan tak terhitunng lagi jumlahnya. Kami tetap melaju ditengah tengah kepungan itu. “ ohh tidak ! pasukan itik itik lo jahat !! “
ahh,, ini bukan menyerah namanya. Bagong haus. Kami tak akan bisa melanjutkan perjalanan dengan keadaan bagong yang memprihatinkan. Kami terpaksa mampir kesebuah kedai hanya untuk membuat dahaga yang bagong rasakan pergi.

Kami melanjutkan perjalanan kami kembali setelah bagong benar – benar pulih dari dahaga yang menyiksa tadi. Oya, kami itu ingin ke kota Cilelius untuk mendapatkan sesuatu yang berharga. Memang tak berbentuk. Tapi itu nyata. Ilmu pengetahuan.

Bagong terlebih segar setelah menegak beberapa liter air dikedai tadi. Kami berjuanng dengan penuh semangat melawan ratusan pasukan itik itik yang semakin menggila.
“ hey Bondilius. Lo beneran gilaaaaaaaaaa !!!! ngirim pasukan itik – itik sebanyak itu !!!!!! “

Kami memutuskan kembali untuk mencari perlindungan disebuah gubuk kecil karena kami tak mampu untuk terus – terusan menghalau brondongan peluru yang kerajaan Awan Hitam kirim. Beruntung. Saat itu aku membawa sebuh buku berjudul Madre karya Dewi Dee. Membaca buku dalam keadaan seperti itu adalah alternative yang baik dari pada hanya melamun saja dan memikirkan “ akankah berhenti Ratu Bondilius mengirim pasukannya? “. Membaca buku itu aku hampir lupa bahwa aku harus tiba di Cilelius pukul 4.10 sore. Hampir setengah jam kami berada digubuk kecil itu.

Yakkk. Waktu menunjukan pukul 4 sore. Perjalanan dari gubuk kecil itu ke Cilelius membutuhkan waktu sekitar setengah jam. Maka, lagi – lagi kami memaksakan untuk melanjutkan perjalanan kami yang sudah dua kali tertunda. Pasukan itik – itik tak menyerah dan tak berhenti sedetikpun untuk melakukan penyerangan terhadap kami.

Pasukan itik – itik itu menyebalkan. Menyeramkan dan menyakitkan. Yang lebih jahat lagi itu ratu Bondilius. Karena tanpa sebab menyerang kami secara tiba – tiba. Mungkin baginya. Menyerang dadakan lebih berkesan daripada buat perjanjian.

Sebelumnya Cups Kingdom tidak pernah punya masalah dengan Kerajaan Awan Hitam. Hanya saja memang sudah hokum alam. Dimana ada cinta disitu ada kebencian. Sebagai alat penyeimbang dunia katanya.

Cups Kingdom itu kerajaan yang penuh cinta. Sedangkan kerajaan Awan Hitam yaaa, antonym dari cinta, yaitu benci. Yaaaa begitulah Kerajaan yang dipimpin oleh Ratu Bondilius yang dengan rapih menyimpan kebencian, dendam dan iri hati. Seperti itulah Donjelius World kami. Ada cinta maka ada benci.
Tapi, apapun yang terjadi di Donjelius, kami putu dan bagong tepatnya. Cinta negeri yang kaya akan sumber daya alam ini. Kami bangga lahir dan dibesarkan di negeri yang luar biasa indahnya. Gak pernah sedikitpun untuk beranjak pergi meninggalkan tanah kelahiran kami hanya karena Cups Kingdom selalu diserang oleh Kerajaan Awan Hitam.

Tiba di Celilius pukul 4.20. kami telat karena pasukan itik – itik yang menyebalkan. Telat beberapa menit dari waktu yang telah ditentukan.

Sampai di tempatpun pasukan itik – itik masih mengepung dengan gagah.
“ hey pasukan itik – itik ! gue beneran gak ngerti mau lo apa ?!! “
Menaiki tangga menuju lantai 2 dengan keadaan yang telah terkuras tenanganya karena melawan pasukan itik – itik yang beribu jumlahnya, menegaskan kelelaha yang tersirat dimukaku.

Duduk didepan ditengah kerumunan dalam sebuah ruang ber-ac membuat suhu tubuh semakin mendingin. Belum lagi ditambah efek pertempuran tadi. Hoaahhh. Benar – benar melelahkan.
“ hey, gue odhii. Odikolius. “
“ …… hah.. gue putu. Putulius. “

Sambil menjabat tangan. Lelaki gondrong nan sexi itu mendaratkan pantanya di bangku sebelahku. Membuat
suhu ruangan yang dingin itu sejenak menghangat.

***

Love
Putu
20 November , 2012 – 8.2.1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar