Rabu, 15 Agustus 2012

Dua Puluh di Satu Lima :*


by me for me :*

 ayah :* 

mamah :*

a ndo :*

 yogi :*

 anjar :* 

Happy Birthday for me.
ga kerasa 20 Tahun sudah gue hidup didunia.
Apa yang udah gue hasilin buat dunia ?
cacian dan makian ketika dunia gak bersahabat sama gue ?
keluhan tiap kali dunia masih menyombongkan dirinya ?
semua gen laknat yang ada gue utarakan hanya kepada dunia setiap kali semua keadaan ga berpihak sama gue ?
ahh sudahlah. 
banyak sudah kelakuan buruk yang gue ciptakan selama dua puluh tahun ini.

kalo bicara tentang nikmat,
ahhhh banyak sudah kenikmatan yang Tuhan kasih selama gue berpijak di tanah yang subur ini.
tentang 2 malaikat yang Tuhan kirim sebagai penjaga dan pelindung gue selama gue hidup.
tentang semua orang - orang yang Tuhan ciptain untuk menguji gue.
tentang orang - orang yang datang dan pergi.
tentang semua perasaan yang terkadang membingungkan diri sendiri.
tentang semua hal.

banyak harapan dan keinginan yang sebagian besar sudah terkabul di umur ke dua puluh ini.
terimakasih Tuhan. terimakasih :D 
terimakasih atas rezeki yang tak henti datang kepada keluarga kami.
terimakasih atas apapun.

oh iya Tuhan.
semoga di umur ke dua puluh ini,
saya semakin dewasa.
saya makin mengerti makna hidup.
saya makin bisa memaknai kepunyaan.
mamah sama ayah selalu sehat.
ando, adodi, yogi, semua sehat.
pokonya jangan buat put bahagia dengan adanya kesedihan orang lain dibalik kebahagian put. 
amien :* 

last but not least 

selalu dapet IPK 4.
lulus tepat waktu.
jadi penulis yang karyanya bisa dibaca semua orang.
jadi photograper profesional.
punya galeri photo.
jadi jurnalis handal :D 




love

imasu futary prasetya

Senin, 06 Agustus 2012

Batas Antara Nyata dan Fiksi


14 mei 2012


♫ dikala hati resah seribu ragu datang memaksa ku. rindu semakin menyerang, kalau lah aku dapat membaca pikiranmu. dengan sayap pengharapan ku ingin terbang jauh ♫ - selamanya cinta - d'cinnamon 

siang itu.
matahari masih enggan untuk menyembunyikan sinarnya.
gue dirumah cupu. sepulang kuliah.
persinggahan pertama itu rumah cupu. 
rumah bergaya sederhana dengan kondisi perumahan yang berhimpitan. sepi. seperti perumahan tak berpenghuni.
gue merebahkan diri gue dari kelelahan yang super amat lelah.
gue membiarkan diri gue beristirahat diruang keluarga bercat putih yang hanya berisi lemari TV dan tergelar karpet berbulu lembut nan cantik berwarna merah marun juga sofa panjang berwana hitam.

sore itu rumahnya sepi.
kedua kakak prempuan yang cantik sedang tidak dirumah.
papahnya sedang bekerja disalah satu perusahaan di tangerang.
sang Bunda sudah lama di surga bersama malaikat - malaikat Tuhan.
entah berapa tahun yang lalu, cupu ga pernah mau ngebahas masalah ini.

gue membiarkan diri gue menikmati kenyamanan karpet berbulu lembut tersebut dengan memejamkan mata gue.
cupu, oh iya cupu. hampir saja lupa.
ahhh ternyata dia sudah terlelap lebih dulu di sofa hitam yang lumayan besar. karna ukurannya pas untuk seorang dewasa.
" oh Tuhan, betapa indah ciptaanMu dikala ia tertidur" | astagfirullahalazim

siang itu.
kita hanya tidur dan membiarkan pikiran kita menari nari liar di kehidupan fatamorgana.
kita terus membiarkan pikiran kita berlaku binal ketika kita terlelap.
termasuk tentang pikiran  - pikiran menyentil yang terjadi disaat kita sedang berdua.
termasuk otak yang terkadang tidak membiarkan perasaan menguasai pikiran.

pukul 4 sore gue bangun.
dan lagi - lagi cupu sudah terbangun lebih dulu.
dia lagi nonton tv waktu gue bangun.

matahari sudah menyembunyikan sinarnya di balik awan sore yang semilir.
gue memutuskan untuk pulang.
ada percakapan dan gurauan yang terjadi sebelum gue benar - benar meninggalkan rumah yang nyaman itu.
percakapan yang tak pernah menemukan ujungnya.
percakapan yang menimbulkan tanda tanya besar setibanya gue dirumah.
iya, pertanyaan tentang satu hal yang sulit dicerna pikiran dan hati.
masih. ini masih di ruang keluarga yang penuh kehangatan itu.

gue kaget waktu suara bell rumahnya bunyi.
gue tetep di ruang itu dan cupu keluar untuk melihat dan membukakan pintu.
kali ini gue speechless.karna yang gue lihat waktu itu sesosok wanita cantik dengan pakaian yang sederhana namun tetap sedap dipandang. dengan rambut yang dibiarkan tergerai dan terselip pita merah mudah di bagian kanan rambut. cantik.
sosok yang tidak asing buat gue ketika cupu mengenalkan gue dengan wanita cantik itu.
ahh sebut saja bunga.
sesosok wanita yang tidak asing kisahnya yang selama ini cupu ceritakan ke gue.
iya, seseorang wanita cantik yang pernah hadir di kehidupan cupu jauh sebelum gue datang.
wanita yang pernah punya tempat istimewa di singgasana hati cupu.
mantannya.
dia datang ketika gue sedang menatapi dan menikmati tawanya yang renyah tanpa ada skat apapun.
bahagia yang gue rasakan waktu itu.

cupu membiarkan wanita itu duduk bersama di ruang keluarga itu.
tak ada percakapan. tak ada senyuman.
apalagi tawa di ruang yang terasa lebih pengap dari gudang belakang rumah cupu.
akhirnya gue memberanikan diri untuk bicara karena gue sudah merasa gerah dan gue berasa tembok besar yang menghalangi mereka untuk berbicara.
gue bawa handphone cupu yang memang sedari tadi gue pegang beserta headsetnya.
gue keluar dan meninggalkan mereka berdua di ruang keluarga itu.
apakah keputusan gue bodoh ?
gue pikir, enggak. karena semakin lama gue berada ditengah - tengah mereka.
semakin merasa tertekan mereka.
gue sadar. mereka butuh bicara.
mereka harus melepaskan apa yang ingin mereka bicarakan.
gue gak mau tau apa yang mereka bicarakan.
gue gak mau nanya.
biarkan saja nanti cupu yang cerita sendiri sama gue. karena memang biasanya seperti itu.

gue mulai mendengarkan lagu yang ada di playlist handphone cupu.
gue pasang volume paling keras.
dan gue meneteskan air mata di lagu pertama yang gue stel. - selamanya cinta - satu satunya lagu mellow yang cupu punya.
gue pengen teriak rasanya saat itu. tapi yang bisa gue lakuin teriak dalam hati sekenceng - kencengnya.
gue sms nibal. " NIBAL. GUE BUTUH PUNDAK LO. GUE PENGEN MELUK LO. DAN NANGIS DI PELUKAN LO SEKARANG ! - putu - "
gue nangis.
gue ga tau nangisin apa.
cupu gak ngelakuin apa - apa. tapi kenapa gue nangis ?
" GUE BEGO ! "
kata - kata itu yang terus bermain - main lincah di otak gue waktu gue nangis.
gue mulai nulis di hapenya cupu, dengan harapan dia baca itu setelah gue nyampe rumah.

" DEAR CUPU, 
gue sadar, gue orang baru di kehidupan lo. gue sadar, gue gak punya hak apa - apa atas hidup lo. gue sadar, gue bukan orang yang selalu bisa buat lo bahagia. tapi salah. salah gue yang udah masuk terlalu jauh di hidup lo. salah gue yang selalu ngerasa nyaman waktu sama lo. salah gue yang selalu merasa geer tiap kali lo care sama gue. salah gue yang selalu memanjakan perasaan gue. tapi terkadang, gue gak tau musti nyalahin siapa setiap kali gue nangisin lo diwaktu gak lazim kaya gini. jujur cups, gue sendiri pun gak ngerti sama apa yang gue rasa. jujur, perasaan takut akan kehilangan lo semakin jadi tiap kali gue deket sama lo. sadarkah lo, gue selalu bahagia ngeliat tawa lo yang sumringah itu. gue bahagia ngeliat senyum lo yang terkadang sinis. gue selalu ketawa disaat lo mulai ngelucu sekalipun itu jayus. karna gue bahagia cups. lo tau ? gue udah lama banget nunggu moment - moment kaya gitu. gue selalu nunggu untuk semua hal yang sekarang sering kita lakuin bareng. gue bahagia itu semua bisa terwujud. tapi sekali lagi. gue sadaarrrrr banget, gue gak bisa terus memaksa lo untuk ngerasain hal yang sama kaya gue. karna gue tau, lo masih ga bisa lepas dari bayang - bayang masa lalu lo. CUPU, GUE SAYANG LO. 
gue yang selalu merepotkan lo. - mput 
ps : oya, kalo udah baca, makasih banget udah mau ngeluangin waktunya buat baca ini "

disaat gue sudah selesai menulis yang ditemani dengan cucuran air mata pun, wanita cantik itu belum keluar juga.
okeh. karna sudah sore juga, ya udah gue memutuskan untuk pulang. dengan mata sembab gue memberanikan diri untuk pamit ke mereka.

di jalan, gue tambah kejer.
entah mengapa air mata gue makin gak bisa berhenti.
entah mengapa gue merasa bodoh disaat gue nangisin orang yang cuma punya status " deket " sama gue.
astaga ! gue lupa sms ke nibal belum gue hapus.
ohhh God. betapa bodohnya gue.
terlalu banyak hal bodoh yang sering gue lakukan dihadapan cupu.
ahh bodo deh.

sampe rumah gue memutuskan untuk langsung tidur.
disaat sedang mencoba untuk memejamkan mata.
terdengar suara yang sangat melengking manggil gue.
" mbem. mbem "
GLEK. - suara pintu kamar dibuka - " mbem laptop dimana ? "
JLEP.
ketika gue buka mata, semuanya buyar.
ketika gue buka mata, lorong dimensi antara nyata dan khayalan hilang.
iya, termasuk cerita yang cuma ada di pikiran - pikiran iseng nakal gue itu.
hahahaha itu cuma hayalan gue doang.
karna gue tau, itu mustahil banget bisa jadi nyata :)



mput 

14 mei 2012

Jumat, 03 Agustus 2012

Tuhan dan Segala Macam Rasa


entah siapa yang bodoh disini.
entah siapa yang salah disini.
tapi gue yakin, Tuhan ga pernah salah ngirim semua perasaan ke semua umatNya.
Tuhan ga mungkin ngebut kita merasa bodoh cuma karna ngerasa ini.
iya. perasaan rindu yang Tuhan kirim ini ga salah. seharusnya.
kalo aja, lo tau apa yang gue rasa cups. 
kalo aja, lo juga ngerti semuanya ini tentang lo.
kalo aja, Tuhan ngebuat tembok yang lo bangun itu runtuh dan membiarkan gue dengan leluasa masuk ke dunia lo itu.
ahhh. gue ga pernah tau rencana Tuhan dibalik semua ini. 
sekali lagi Tuhan ga salah !
karena disini gue yang salah.
gue ga pernah sedikitpun nyoba untuk nembus kokohnya dinding itu.
gue ga pernah nyoba sedikitpun untuk pelan pelan melibatkan diri dalam hidup lo.
gue ga pernah berusaha untuk itu.
jadi, wajar kalo gue ga dapet rewordnya dari Tuhan.
semua begitu wajar ketika semua ketidak usahaan gue tidak menimbulkan hasil.

terimakasih Tuhan.
terimakasih untuk segala macam rasa yang Kau ciptakan ini.
termasuk rasa rasa yang Kau larang juga :D


sincerly


Imasu Futary :) 




Rabu, 25 Juni 2012 06:19

Jum'at 3 Agustus 2012 - Sebuah Akhir yang Tak Sudah----------


3 agustus 2012 - 22:06

*scene 1 ( setelah solat jum'at selesai )

- sebelum azan zuhur, vivi sms dia bilang " gue habis ketemu bu ica. ini gue mau ngeprint kwitansi terus pulang". yaaa kurang lebih seperti itu. 
dapet sms dari vivi kaya gitu, gue langsung buru - buru mandi.
gak peduli dosen pembimbing gue ga bales sms gue juga. gue menekatkan diri gue untuk berangkat kekampus sama risma. 

*scene 2 ( jalan dari rumah - rumah risma - pombensin - kampus )

dari rumah gue berangkat jam 1an. kerumah risma. beli bensin. baru kita mulai perjalanan panjang menuju kampus dengan kemarau yang aduhai ~~
di jalan mulai ketar - ketir. takut - takut dosen pembimbing gue ga ada dikampus. 
tapi gue yakinin lagi karna inget kata - kata vivi " pasti ada. kan jadwal perubahan jadwal hari ini put".
okeh bismillah dalem hati gue.
dijalan macet. panas. lagi puasa. Astagfirullahalazim ya Allah. cobaan macam apa ini ? 
singkat cerita. nyampe kampus nih.

*scene 3 ( dikampus )

nyampe parkiran, ketemu Suci sama Yulfa yang juga habis ketemu Dosen pembimbing untuk nambah SKS. 
gue mempercepat jalan gue menuju JBS untuk ketemu Pak. Dosen.
nyampe ruang dosen, gue nanya bapak - bapak yang gue ga tau namanya siapa sampe sekarang. Dia bilang
 " Pak ----nya lagi di ruang ujian. tempat SPMB tau ? di BAAK lantai 3. "
ohhh God. sampai kapan ini berakhir ? gue mulai sedih. hampir nangis. 
ya sudah gue ketempat itu yang jaraknya lumayan jauh dari JBS. 
nyampe situ gue nemuin fakta yang sedikit menohok.
dari salah satu senior yang berada diruangan itu melontarkan sebuah perkataan " Pak. ----nya lagi nyidang "
Ya ALLAH - Ya RABB. apa lagi ini ? :(

*scene 4 ( masih dikampus )

udah ketemu andri ceritanya. dia habis bayar tambahan SKS. sama sama lagi nunggu dosen.
kita duduk duduk manis di JBS. tapi sms dari gue ke pak. Dosen pending gilaaaaaaaaaa. sms andri ke Pak. Dosen yang berbeda itu ga ada balesan.
woaaaaaaaaaaaa how the freaky day is it !!!! sangat amat menyebalkan !!!

" waktu yang bapak dan saya miliki itu sama. 24 jam. termasuk seluruh makhluk pengisi bumi ini.
saya tahu, bapak sibuk. saya tahu, bapak sedang sangat sibuk. tapi bisakah bapak meluangkan waktunya sedikit saja untuk menambahkan satu mata kuliah saja di jadwal semester 3 saya ini ? saya sangat amat ingin menambahkan sks saya pak. saya mohon. bapak dapat meluangkan waktu bapak walau hanya 5 menit sajaaaaaaaaa. :'( saya mohon pak saya mohon. "

ga ada kepstian dari dua dosen yang berbeda dan ditunggu kami.
sehabis ashar kami memutuskan untuk pulang.
pulang kerumah dengan berat hati. karena sampe gue mau pulang pun Pak. Dosen gak bales sms gue. -tambah galau gue :(

*scene 5 ( dirumah dengan segala perasaan )

sehabis solat teraweh. 

HUJAN DAN TEDUH 

"AKU DAN KAMU SEPERTI HUJAN DAN TEDUH.
HUJAN DAN TEDUH DITAKDIRKAN BERTEMU, TETAPI TIDAK BERSAMA DALAM PERJALANAN.
SEPERTI ITULAH CINTA KITA. SEPERTI MENEBAK LANGIT ABU - ABU. " - kutipan dari novel Hujan dan Teduh

ini tentang cupu. 

-------------------------------------------------------------------- ? 


Sincerly 


Imasu Futary Prasetya