14 mei 2012
♫ dikala hati resah seribu ragu datang memaksa ku. rindu semakin menyerang, kalau lah aku dapat membaca pikiranmu. dengan sayap pengharapan ku ingin terbang jauh ♫ - selamanya cinta - d'cinnamon
siang itu.
matahari masih enggan untuk menyembunyikan sinarnya.
gue dirumah cupu. sepulang kuliah.
persinggahan pertama itu rumah cupu.
rumah bergaya sederhana dengan kondisi perumahan yang berhimpitan. sepi. seperti perumahan tak berpenghuni.
gue merebahkan diri gue dari kelelahan yang super amat lelah.
gue membiarkan diri gue beristirahat diruang keluarga bercat putih yang hanya berisi lemari TV dan tergelar karpet berbulu lembut nan cantik berwarna merah marun juga sofa panjang berwana hitam.
sore itu rumahnya sepi.
kedua kakak prempuan yang cantik sedang tidak dirumah.
papahnya sedang bekerja disalah satu perusahaan di tangerang.
sang Bunda sudah lama di surga bersama malaikat - malaikat Tuhan.
entah berapa tahun yang lalu, cupu ga pernah mau ngebahas masalah ini.
gue membiarkan diri gue menikmati kenyamanan karpet berbulu lembut tersebut dengan memejamkan mata gue.
cupu, oh iya cupu. hampir saja lupa.
ahhh ternyata dia sudah terlelap lebih dulu di sofa hitam yang lumayan besar. karna ukurannya pas untuk seorang dewasa.
" oh Tuhan, betapa indah ciptaanMu dikala ia tertidur" | astagfirullahalazim
siang itu.
kita hanya tidur dan membiarkan pikiran kita menari nari liar di kehidupan fatamorgana.
kita terus membiarkan pikiran kita berlaku binal ketika kita terlelap.
termasuk tentang pikiran - pikiran menyentil yang terjadi disaat kita sedang berdua.
termasuk otak yang terkadang tidak membiarkan perasaan menguasai pikiran.
pukul 4 sore gue bangun.
dan lagi - lagi cupu sudah terbangun lebih dulu.
dia lagi nonton tv waktu gue bangun.
matahari sudah menyembunyikan sinarnya di balik awan sore yang semilir.
gue memutuskan untuk pulang.
ada percakapan dan gurauan yang terjadi sebelum gue benar - benar meninggalkan rumah yang nyaman itu.
percakapan yang tak pernah menemukan ujungnya.
percakapan yang menimbulkan tanda tanya besar setibanya gue dirumah.
iya, pertanyaan tentang satu hal yang sulit dicerna pikiran dan hati.
masih. ini masih di ruang keluarga yang penuh kehangatan itu.
gue kaget waktu suara bell rumahnya bunyi.
gue tetep di ruang itu dan cupu keluar untuk melihat dan membukakan pintu.
kali ini gue speechless.karna yang gue lihat waktu itu sesosok wanita cantik dengan pakaian yang sederhana namun tetap sedap dipandang. dengan rambut yang dibiarkan tergerai dan terselip pita merah mudah di bagian kanan rambut. cantik.
sosok yang tidak asing buat gue ketika cupu mengenalkan gue dengan wanita cantik itu.
ahh sebut saja bunga.
sesosok wanita yang tidak asing kisahnya yang selama ini cupu ceritakan ke gue.
iya, seseorang wanita cantik yang pernah hadir di kehidupan cupu jauh sebelum gue datang.
wanita yang pernah punya tempat istimewa di singgasana hati cupu.
mantannya.
dia datang ketika gue sedang menatapi dan menikmati tawanya yang renyah tanpa ada skat apapun.
bahagia yang gue rasakan waktu itu.
cupu membiarkan wanita itu duduk bersama di ruang keluarga itu.
tak ada percakapan. tak ada senyuman.
apalagi tawa di ruang yang terasa lebih pengap dari gudang belakang rumah cupu.
akhirnya gue memberanikan diri untuk bicara karena gue sudah merasa gerah dan gue berasa tembok besar yang menghalangi mereka untuk berbicara.
gue bawa handphone cupu yang memang sedari tadi gue pegang beserta headsetnya.
gue keluar dan meninggalkan mereka berdua di ruang keluarga itu.
apakah keputusan gue bodoh ?
gue pikir, enggak. karena semakin lama gue berada ditengah - tengah mereka.
semakin merasa tertekan mereka.
gue sadar. mereka butuh bicara.
mereka harus melepaskan apa yang ingin mereka bicarakan.
gue gak mau tau apa yang mereka bicarakan.
gue gak mau nanya.
biarkan saja nanti cupu yang cerita sendiri sama gue. karena memang biasanya seperti itu.
gue mulai mendengarkan lagu yang ada di playlist handphone cupu.
gue pasang volume paling keras.
dan gue meneteskan air mata di lagu pertama yang gue stel. - selamanya cinta - satu satunya lagu mellow yang cupu punya.
gue pengen teriak rasanya saat itu. tapi yang bisa gue lakuin teriak dalam hati sekenceng - kencengnya.
gue sms nibal. " NIBAL. GUE BUTUH PUNDAK LO. GUE PENGEN MELUK LO. DAN NANGIS DI PELUKAN LO SEKARANG ! - putu - "
gue nangis.
gue ga tau nangisin apa.
cupu gak ngelakuin apa - apa. tapi kenapa gue nangis ?
" GUE BEGO ! "
kata - kata itu yang terus bermain - main lincah di otak gue waktu gue nangis.
gue mulai nulis di hapenya cupu, dengan harapan dia baca itu setelah gue nyampe rumah.
" DEAR CUPU,
gue sadar, gue orang baru di kehidupan lo. gue sadar, gue gak punya hak apa - apa atas hidup lo. gue sadar, gue bukan orang yang selalu bisa buat lo bahagia. tapi salah. salah gue yang udah masuk terlalu jauh di hidup lo. salah gue yang selalu ngerasa nyaman waktu sama lo. salah gue yang selalu merasa geer tiap kali lo care sama gue. salah gue yang selalu memanjakan perasaan gue. tapi terkadang, gue gak tau musti nyalahin siapa setiap kali gue nangisin lo diwaktu gak lazim kaya gini. jujur cups, gue sendiri pun gak ngerti sama apa yang gue rasa. jujur, perasaan takut akan kehilangan lo semakin jadi tiap kali gue deket sama lo. sadarkah lo, gue selalu bahagia ngeliat tawa lo yang sumringah itu. gue bahagia ngeliat senyum lo yang terkadang sinis. gue selalu ketawa disaat lo mulai ngelucu sekalipun itu jayus. karna gue bahagia cups. lo tau ? gue udah lama banget nunggu moment - moment kaya gitu. gue selalu nunggu untuk semua hal yang sekarang sering kita lakuin bareng. gue bahagia itu semua bisa terwujud. tapi sekali lagi. gue sadaarrrrr banget, gue gak bisa terus memaksa lo untuk ngerasain hal yang sama kaya gue. karna gue tau, lo masih ga bisa lepas dari bayang - bayang masa lalu lo. CUPU, GUE SAYANG LO.
gue yang selalu merepotkan lo. - mput
ps : oya, kalo udah baca, makasih banget udah mau ngeluangin waktunya buat baca ini "
disaat gue sudah selesai menulis yang ditemani dengan cucuran air mata pun, wanita cantik itu belum keluar juga.
okeh. karna sudah sore juga, ya udah gue memutuskan untuk pulang. dengan mata sembab gue memberanikan diri untuk pamit ke mereka.
di jalan, gue tambah kejer.
entah mengapa air mata gue makin gak bisa berhenti.
entah mengapa gue merasa bodoh disaat gue nangisin orang yang cuma punya status " deket " sama gue.
astaga ! gue lupa sms ke nibal belum gue hapus.
ohhh God. betapa bodohnya gue.
terlalu banyak hal bodoh yang sering gue lakukan dihadapan cupu.
ahh bodo deh.
sampe rumah gue memutuskan untuk langsung tidur.
disaat sedang mencoba untuk memejamkan mata.
terdengar suara yang sangat melengking manggil gue.
" mbem. mbem "
GLEK. - suara pintu kamar dibuka - " mbem laptop dimana ? "
JLEP.
ketika gue buka mata, semuanya buyar.
ketika gue buka mata, lorong dimensi antara nyata dan khayalan hilang.
iya, termasuk cerita yang cuma ada di pikiran - pikiran iseng nakal gue itu.
hahahaha itu cuma hayalan gue doang.
karna gue tau, itu mustahil banget bisa jadi nyata :)
mput
14 mei 2012

hihihihihi :D
BalasHapus