Senin, 28 Mei 2012

teruntuk dirimu - lagi

gue berbeda sama apa yang lo pikirin sebelumnya.
gue ga sama. gue beda. 
gue bukan bagian dari wanita "berseragam" diluar sana. gue jauh berbeda dari mereka.
kalo ternyata lo suka yang seperti mereka, dengan harapan takkan ada penyesalan gue akan mundur.
karna gue bukan "mereka". 
dunia lo bukan dunia gue. 
segimanapun usaha gue untuk terus mendobrak dengan paksa pintu dunia lo, gue ga akan mampu.. gue ga sanggup.
gue ga akan pernah bisa untuk ikut bermain main dalam dunia lo. 
gue ga akan pernah bisa berpartisipasi dalam film lo sekalipun itu figuran. 
gue ga akan pernah bisa jadi object foto lo sekalipun itu hanya leburan leburan cahaya yang tampak biasa.
gue ga akan pernah bisa masuk kesalah satu bab dibuku lo sekalipun itu hal yang menjengkelkan yang akan lo tulis.
gue ga akan pernah bisa ikut andil dalam teater lo sekalipun gue hanya menjadi pohon yang tugasnya diam dan goyang setiap kalo ada angin berhambus.
gue akan pernah ada dalam not not balok yang lo rangkai sekalipun gue hanya menjadi nada sumbang dalam indahnya lagu lo. 
gue ga akan pernah bisa menjadi setumpuk atau bahkan secui saja dari sekarung tanah liat yang akan lo buat menjadi maha karya. 
gue ga akan penah bisa, cupu.
gue ga akan pernah bisa. 


hidup gue bukan sinetron kejar tayang yang selalu bahagia di akhir episode.
hidup gue adalah sebuah perjalanan yang ga gue ketahui rintangan macam apa yang akan gue hadapi di kemudian hari. entah besok, lusa, bahkan 5 tahun lagi. atau mungkin 2 jam yang akan datang.
hidup gue seperti buku. satu persatu gue buka halaman demi halaman tanpa pernah gue tau, akan ada kisah apa lagi di halaman berikutnya. akan ada kisah seperti apa di akhir bab buku gue yang halamannya pun masih menjadi rahasia Tuhan. 
gue ga tau. dan ga akan pernah tau.
gue ga akan pernah bisa menebak. 
sama halnya seperti diri lo. yang takkan pernah bisa gue telusuri, atau bahkan hanya menebak akan sejujur jujur nya diri lo. 
seperti mendaki gunung, yang takkan pernah bisa gue capai puncaknya.
seperti lomba lari, yang takkan bisa gue lewati garis finisnya. 
tapi, apa gue harus mandur ? entah lah. 
gue memang sudah memulai dan sekarang gue sedang dirundung rasa bimbang. 
melanjutkan atau mundur. 
sekalipun melanjutkan. gue ga yakin, gue akan merasa bahagia setelah gue benar benar mencapai puncak atau melewati garis finish. ahhh sudah lah.


rasa ini mengikat gue dalam situasi ini CUPU. :(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar